
InfoKepanjen.com - Di beberapa daerah, kasus mengenai gizi buruk seringkali terjadi. Untuk menangani hal tersebut, kampanye sadar gizi melalui “Gerakan Nasional Sadar Gizi Menuju Manusia Indonesia Prima” di sejumlah kabupaten/kota yang memanfaatkan media televisi lokal diadakan oleh Dinas Kesehatan Jatim.
dr Endang Damayanti, Sekretaris Dinas Kesehatan Jatim mengatakan, kampanye khususnya dilakukan untuk wanita karir di sejumlah kota besar di Jatim karena sekarang ini banyak orangtua yang lebih memilih susu instan dari pada ASI karena lasan kesibukan pekerjaan. Balita yang tidak diberi ASI juga termasuk salah satu faktor penyebab kekurangan gizi.
Untuk mencegah dan menanggulangi gizi kurang maupun gizi lebih, maka perbaikan gizi nantinya akan lebih mengedepankan perubahan perilaku keluarga, mmeliputi bayi, anak balita, remaja, dewasa dan usia lanjut. Pencegahan dan penanggulangan masalah ini juga sudah dilakukan, seperti pemberian suplementasi gizi (kapsul vitamin A dan tablet tambah darah) termasuk pemberian makanan tambahan maupun MP-ASI, fortifikasi pangan yang dilakukan dalam skala nasional dan penyuluhan.
Meskipun begitu, masih banyak keluarga yang belum sadar akan gizi buruk, sehingga menghambat upaya tersebut. Karena itu pemerintah melaksanakan pemasyarakatan Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) sebagai salah satu komponen Desa Siaga.
Endang bahwa untuk memperbaiki gizi rakyat menuntut penanganan yang lebih inovatif sekaligus terpadu adalah tantangan yang besar karena dominasi oleh faktor pengetahuan, sikap dan perilaku yang keliru dan sudah mengakar di kalangan masyarakat. Pengetahuan sikap dan perilaku itupun harus bisa menjadi norma sosial hingga keberadaannya bisa lebih kokoh dan aktif berkembang dimasyarakat secara berlanjut. [shico]
klo suka share atau like this ya...
Komentar Facebook :












0 Komentar Pembaca:
Komentar with URL :
Dari Kategori yang sama :