
InfoKepanjen.com - Di berbagai kota, pengangguran adalah masalah yang paling sulit untuk diatasi, termasuk juga di Kota Malang. Berdasar data pada tahun 2011 yang lalu, jumlah penganguran yang ada di kota Malang mencapai 10.175 jiwa, warga yang masih belum bekerja itu juga mayoritas berusia produktif yaitu antara 18 hingga 50 tahun.
Akan tetapi pihak Dinas Tenaga kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Malang juga tidak bisa berbuat banyak untuk menekan angka pengangguran ini alasannya adalah terbatasnya anggaran untuk program pelatihan, Jadi program itu hanya bisa diikuti oleh peserta yang terbatas.
Pada tahun 2012 ini, menurut kepala Disnakersos Kota Malang, Djalil, seperti yang diberitakan Malangkota.go.id, Malang mendapat alokasi dana sebesar Rp 600 juta untuk beberapa kegiatan, dana tersebut tidak hanya digunakan untuk menggelar pelatihan keterampilan namun juga dipakai untuk menangani masalah anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), pekerja seks komersial (PSK) dan masalah sosial lainnya.
Djalil menambahkan, bahwa Disnakersos hanya memberi pelatihan keterampilan dan berupaya meminta tambahan anggaran setiap tahun. Akan tetapi semuanya tetap bergantung keputusan di dewan karena program penanggulangan pengangguran ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Disnakersos, melainkan juga menjadi tanggung jawab Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). [shico]
klo suka share atau like this ya...
Komentar Facebook :












0 Komentar Pembaca:
Komentar with URL :
Dari Kategori yang sama :