
InfoKepanjen.com - Inilah rekaman video sidang isbat di Jakarta, pada hari Kamis malam kemarin, yang telah disiarkan langsung oleh tvOne. Sempat ada perbedaan yang disampaikan oleh FPI yang menyatakan sistem perhitungan Pemerintah hanyalah berdasarkan waktu ephemeris, dan hal ini sudah dibantah tegas oleh Perwakilan dari PBNU dan mewakili Pemerintah.
AlhamduliLLah, sebagian besar organisasi Islam di seluruh Indonesia dan juga Pemerintah Republik Indonesia sepakat bahwa hari pertama puasa ramadhan atau tangal 1 Ramadhan 1433 Hijriah tepat jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli 2012.
Kyai Abdul Malik Madani dari Pengurus Besar PBNU menyatakan dengan jelas bahwa metode yang digunakan oleh Pemerintah perpaduan antara hisab dan rukyah, bukan hanya hisab saja.
Hisab tapi tidak bisa dirukyah sama saja dengan tidak ada. Pedoman inilah yang sudah ditetapkan oleh RasuluLLah SalaLLahu Alahi Wassalam kepada kita umatnya.
Dan harusnya memang kita mengikuti beliau, karena kita adalah Umat Nabi Muhammad SalaLLahu Alahi Wassalam.
Selain itu, disampaikan juga perhitungan 1 Ramadhan hari Sabtu juga berdasarkan banyak Kitab-kitab Kuning yang lebih valid dan perhitungannya lebih mumpuni daripada yang lain, yang perhitungannya masih kasar.
Mari lebih memahami mengenai Agama Islam dengan lebih dalam. Sebab, mengutip pernyataan dari Kyai Thobary Syadzily dari Banten bahwa "Fatwa tanpa ilmu bisa meruntuhkan Agama Islam".
Sidang Isbat Penentuan Tanggal 1 Ramadhan 1433 di Jakarta kemarin dipimpin oleh Menteri Agama Suryadarma Ali, Surat laporan pengamatan hilal dibacakan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Dirjen Binmas, Kementerian Agama, Ahmad Jauhari.
Sejumlah tokoh Islam telah hadir di antaranya: Ketua Komisi VIII DPR, Ida Fauziah, perwakilan dari BMKG, serta perwakilan ormas Islam seperti: Persis, HTI dan PBNU, dan lembaga Islam seperti MUI, Dewan Masjid Indonesia, Badan Hisab Rukyat, dan ICMI.
Data dari 38 lokasi di seluruh Indonesia yang telah dikirim ke pusat, semuanya menyatakan tidak melihat hilal.
Titik lokasi pemantauan antara lain: Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi tenggara, Sulut, Sulawesi tengah, NTT, Bali, NTB, Sulsel, Mamuju, Kalteng, Kaltim, Kalbar, Kaltim, Kalsel, Jatim, DIY, Jateng, hingga Aceh.
Berikut adalah Video Siaran Sidang Isbat di Jakarta kemarin (courtesy tvone) :
Semoga dengan sedikit perbedaan ini, menjadikan motivasi bagi kita agar semakin semangat dalam belajar Agama Islam, yakni belajar di lingkungan Agama Islam yang sesungguhnya, Pelanjut Perjuangan RasuluLLah, Ahlusunnah Wal Jama'ah an Nahdliyin, yang disesuaikan dengan kultur dan budaya Indonesia.
Belajarlah di Pondok-Pondok Pesantren atau di Taman Pendidikan Nahdlatul Ulama (TPNU), agar kita sebagai Umat Islam dan Masyarakat Indonesia tidak sampai kehilangan jati diri kita.
Hanya di NU lah kita diajarkan menghargai sejarah, seperti rasa Nasionalisme, meneladani perjuangan dan sifat Akhlakul Karimah dari RasuluLLah, meneladani perjuangan Wali Songo, menghargai Para Ulama Besar, serta saling mengedepankan toleransi antar sesama umat beragama.
Belajar agama di Nahdlatul Ulama menjadikan kita semakin beriman, bertaqwa, berpakaian - bertutur kata - bertingkah laku sopan (berakhlakul karimah), hati lebih tenang dengan pemahaman Islam yang dalam, dan tetap berbudaya Indonesia.
JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN TAHUN 2012 KLIK DI SINI [R3Y]
klo suka share atau like this ya...
Komentar Facebook :












0 Komentar Pembaca:
Komentar with URL :
Dari Kategori yang sama :